Rabu, 22 Juni 2011

Negara Khilafah Islam Pelopor Teknologi Persenjataan Modern

Sejak jaman Nabi Nuh sekitar tahun 5000 SM, sampai tahun 1400 M persenjataan tentara di dunia hanya didominasi oleh pedang, panah, tombak, kuda dan senjata-senjata tradisional lainnya, namun tidak pernah terpikirkan oleh kita bahwa kaum Muslimlah yang menjadi pelopor persenjataan modern.
 

Jika kita baca buku-buku pelajaran sekolah, bagaimana para pejuang kita berperang dengan penjajah hanya dengan senjata tajam seperti pedang, panah, keris, atau bambu runcing, itu tidak sepenuhnya benar. Pada awal kedatangan Penjajah Belanda ( VOC ) yaitu sekitar abad 16 pun Belanda masih menggunakan tombak, pedang, panah dan hanya sebagian saja yang memakai senapan, serta menggunakan meriam. Kesultanan Demak dan Aceh saat itu sudah menggunakan meriam, dan bahkan Kesultanan Demak pernah mendatangkan ahli meriam dari Cina yang beragama Islam ( Jaman Dinasti Ming, politik dan ekonomi Cina dikuasai kaum muslim), yang disuruh membangun persenjataan artileri seperti meriam.
 
Kaum muslim pada masa Khilafah Islam sudah menciptakan berbagai persenjataaan modern pada jamannya dan hasil dari berpikir cemerlang yang melangkahi pemikiran manusia pada jamannya.
 

Kemajuan Sains dan Teknologi Pada Masa Kekhilafahan Islam

Menelusuri sejarah peradaban kaum Muslim sama artinya dengan membuka kembali lembaran-lembaran sejarah yang menggambarkan kemajuan yang pernah diperoleh oleh generasi kaum Muslim terdahulu. Zaman keemasan kaum Muslim saat itu dikenal dengan sebutan The Golden Age. Pada saat itu, kaum Muslim berhasil mencapai puncak kejayaan sains dan ilmu pengetahuan yang memberikan kemaslahatan yang amat besar bagi peradaban umat manusia pada umumnya.
 

Pada masa itu, berbagai cabang sains dan teknologi lahir. Sains dan teknologi yang telah diletakkan dasar-dasarnya oleh peradaban-peradaban sebelum Islam mampu digali, dijaga, dikembangkan, dan dijabarkan, secara sederhana oleh kaum Muslim. Sains dan teknologi tersebut kemudian diwariskan kepada generasi dan peradaban modern serta turut memberikan andil yang amat besar bagi proses kebangkitan kembali (renaissance) bangsa-bangsa Eropa.
 

Khalid bin Walid

Khalid ibn al-Walid (584 - 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai "pedang Allah yang terhunus". Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya.

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Thariq bin Ziyad

Tariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M.

Pada tanggal 29 April 711, pasukan tariq mendarat di Gibraltar (nama gibraltar berasal dari bahasa Arab, Jabal Tariq yang artinya gunung Tariq). Setelah pendaratan, ia memerintahkan untuk membakar semua kapal dan berbicara di depan anak buahnya untuk membangkitkan semangat mereka.

Di awal penaklukan ini, Ia berhasil mengalahkan pasukan Raja Roderic dalam sebuah pertempuran efektif selama 8 hari,sangat singkat untuk penaklukan sebuah wilayah. Pertempuran itulah yang telah membawa kemenangan gemilang dan membuka pintu gerbang kejayaan Islam untuk masa waktu delapan abad lamanya.